Perbedaan Digital dan Offline Marketing - Kelebihan dan Kekurangannya
Digital Marketing

Perbedaan Digital dan Offline Marketing – Kelebihan dan Kekurangannya

Artikel yang membahas perbedaan digital dan offline marketing dari berbagai sisi seperti jenis dan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pengantar Perbedaan Digital dan Offline Marketing

Ada banyak teknik dan aktivitas dalam strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mempromosikan suatu merek, produk, atau jasa. Kesemua dari masing-masing teknik ini termasuk dalam salah satu dari dua kategori yaitu digital (online) atau offline.

Kita akan ungkapkan apa artinya, bagaimana keduanya berbeda, dan yang paling penting yaitu bagaimana mereka dapat digunakan dalam bisnis.

Apa Itu Digital Marketing atau Online Marketing?

Sebelum kita bahas perbedaan digital dan offline marketing, pertama-tama kita bahas dulu online marketing, internet marketing, digital marketing atau apapun namanya.

Pemasaran online, atau digital marketing adalah semua jenis pemasaran yang menggunakan internet untuk menampilkan merek, produk, atau layanan.

Beberapa kegiatan pemasaran utama yang digunakan oleh internet marketer antara lain sebagai berikut:

  • email pemasaran (email marketing);
  • pemasaran mesin pencari/seo (seo marketing);
  • pemasaran media social (media social marketing);
  • pemasaran konten (content marketing);
  • pencarian berbayar/ppc (ppc marketing);
  • menampilkan iklan (display advertising);
  • pemasaran afiliasi (affilite marketing);
  • pr; dan

Saat ini semakin banyak orang yang mengadopsi dan menggunakan internet secara teratur. Inilah sebabnya mengapa penting sekali bagi pemilik bisnis untuk membangun kehadiran usaha dan bisnisnya secara online.

Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 196,7 juta jiwa hingga kuartal II  tahun 2020. Jika pada 2018 lalu, jumlah pengguna internet di Indonesia hanya sebesar 171,2 juta jiwa.

Pemasaran online telah memungkinkan untuk menjangkau pelanggan dalam waktu 24/7 dalam berbagai cara yang berbeda. Baik Anda menghabiskan waktu untuk mengirim kampanye email atau memilih strategi penelusuran berbayar, kini Anda dapat menjangkau pelanggan kapan saja, di mana saja dan siapa saja selama masih online.

Apa Itu Pemasaran Offline?

Sebelum kita bahas perbedaan digital dan offline marketing, selanjutnya kita bahas offline marketing atau ada juga yang menyebutnya sebagai pemasaran konvensional.

Pemasaran offline persis seperti yang dikatakannya – semua jenis pemasaran yang tidak ada di internet. Ini juga disebut teknik pemasaran tradisional. Mereka adalah aktivitas yang akan dilakukan merek sebelum internet. Kegiatan pemasaran offline meliputi:

  • iklan TV
  • Iklan radio
  • Surat langsung
  • Keluar dari rumah
  • Acara
  • Bahan cetak
  • Komunikasi telepon
  • PR
  • Pemasaran konten (content marketing)

Bahkan dengan begitu banyak teknik pemasaran online yang tersedia untuk bisnis saat ini, masih ada tempat untuk pemasaran offline. Terutama untuk merek yang ingin menargetkan audiens yang besar atau mempromosikan kesadaran merek.

Rata-rata orang menonton 39 iklan di TV setiap hari, dan 94% penduduk Indonesia menonton TV mingguan secara rutin. Statistik ini terlalu bagus untuk dilewatkan.

Selanjutnya, kita bahas perbedaan antara digital dan offline marketing dari berbagai sisi.

Perbedaan Digital dan Offline Marketing

Perbedaan Digital dan Offline Marketing - Kelebihan dan Kekurangannya

Saat melihat strategi dan teknik pemasaran online vs offline, cukup jelas untuk melihat perbedaannya. Satu berfokus pada aktivitas yang dilakukan di internet, sementara yang lain mencakup semua bentuk pemasaran lainnya.

Berikut adalah beberapa perbedaan digital dan offline marketing yang lain:

Target Audien

Perbedaan digital dan offline marketing paling besar adalah pada target pasar atau audience. Target audien berbeda antara pemasaran online dan offline. Pemasaran online seringkali lebih tertarget. Audience akan berfokus pada sekelompok orang tertentu. Di sisi lain, pemasaran offline biasanya ditujukan untuk audiens yang lebih besar dan lebih luas.

Dengan pemasaran online, jauh lebih mudah untuk menargetkan kelompok tertentu, meskipun ukuran audiens cenderung jauh lebih kecil daripada teknik offline.

Dengan menargetkan orang-orang tertentu yang berada pada tahap optimal dalam perjalanan membuat keputusan pembelian. Sehingga bisnis yang menggunakan saluran online dapat memperoleh manfaat dari rasio konversi yang lebih tinggi.

Tujuan

Seperti audiens target, pemasaran online dan offline juga cenderung berbeda dalam hal tujuan. Pemasaran online dapat lebih bertarget dalam pendekatannya, memungkinkan Anda untuk membuat tujuan lebih jelas.

Misalnya, tujuan strategi PPC menggunakan Google AdWords mungkin untuk mengarahkan lalu lintas hingga 30% untuk meningkatkan konversi sebesar 15%. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan.

Tujuan pemasaran offline biasanya untuk mempromosikan kesadaran merek atau untuk menarik perhatian audiens pada tahap awal perjalanan pembelian untuk produk baru.

Pemirsa yang besar dapat ditangkap pada satu waktu, menjadikannya keuntungan utama dari pemasaran offline.

Perbedaan digital marketing dan offline marketing dari sisi tujuan ini harus disesuakan dengan strategi marketing yang sedang dijalankan.

Hasil

Pemasaran online lebih menargetkan audience, dan teknik pemasaran offline menangkap audiens yang luas, maka hasil marketingnya pun akan berbeda. Mudah untuk mengukur dan melaporkan hasil dari kampanye digital karena tujuannya lebih nyata.

Inilah perbedaan digital dan offline marketing yangmembuat online marketing lebih unggul.

Masih ada lagi parameter metric untuk diukur. Misalnya, strategi SEO dapat diukur berdasarkan hasil peringkat, tautan eksternal, dan lalu lintas web.

Saluran pemasaran online juga menawarkan lebih banyak cara untuk mengukur kampanye dan hasil dengan alat pelaporan dan dasbor terintegrasi.

Pemasaran offline bisa jadi sulit diukur. Terutama untuk saluran seperti iklan di luar rumah. Bisnis dapat mencari kesejajaran antara peluncuran kampanye dan lalu lintas web, konversi, atau penjualan.

Namun, metrik ini tidak seakurat alat pelaporan online.

Biaya

Sifat kampanye pemasaran online dan offline dapat membuat perbedaan dalam biayanya. Di salah satu ujung spektrum, iklan online bisa semurah atau semahal yang Anda pilih.

Membuat pos secara organik di saluran media sosial dan menulis blog memang akan menghabiskan waktu Anda jika Anda dapat mengelolanya sendiri. Namun, pencarian berbayar akan membutuhkan pengeluaran iklan yang dapat berfluktuasi tergantung pada tujuan dan frekuensi iklan.

Anda juga harus mempertimbangkan ROI dari aktivitas pemasaran Anda. Akun posting blog biasanya rata-rata merupakan 86% dari seluruh content marketing, hal ini karena mereka hemat biaya, serta serbaguna.

Seperti apa pun, biaya kegiatan pemasaran offline dapat bervariasi, tetapi pemasaran offline seringkali jauh lebih mahal daripada online.

Misalnya, untuk beriklan di TV, biaya slot iklan biasanya mulai 1 juta bis sampai ratusan juta. Hal ini belum termasuk biaya membuat konten yang berkisar belasan juta hingga ratusan juta.

Hal ini menjadikannya metode pemasaran yang sangat mahal jika tidak mengembalikan ROI yang baik.

Dari perbedaan digital dan offline marketing diatas, sekarang kita bahas kelebihan dan kekurangan kedua jenis pemasarantadi.

Kelebihan dan Kekurangan Digital dan Offline Marketing

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan untuk pemasaran online dan offline. Masing-masing memiliki tempat yang layak dalam spektrum pemasaran. Mari lihat satu per satu.

Kelebihan Digital Marketing

  • Mudah diukur dan dianalisis
  • Ramah anggaran
  • Paparan jangka panjang
  • Penargetan audiens tertentu
  • Hasil waktu nyata
  • Tingkatkan pengalaman pengguna
  • Dampak instan

Kekurangan Digital Marketing

  • Persaingan ketat
  • Tren yang bergerak cepat
  • Memakan waktu untuk membuat konten
  • Keamanan online

Kelebihan Offline Marketing

  • Ideal untuk kesadaran merek dan promosi dalam skala besar
  • Bahan nyata (misalnya kartu nama)
  • Cakupan nasional
  • Lebih mudah membangun kepercayaan

Kekurangan Offline Marketing

  • Sulit diukur
  • Mahal
  • Butuh waktu untuk melihat hasilnya
  • Memakan waktu untuk membuat konten

Setelah mengetahui perbedaan digital dan offline marketing, dapat disimpulkan bahwa pemasaran online dan offline memiliki keunggulan dalam bisnis. Menggabungkan keduanya sering kali bermanfaat dan membuat kampanye yang lebih terintegrasi.

Penutup Perbedaan Digital dan Offline Marketing

Demikianlah penjelasan singkat perbedaan digital dan offline marketing, jadi strategi mana yang akan digunakan?

BisnisPNS sbagai konsultan digital marketing dan tempat kursus digital marketing di Bandung memberikan Anda solusi memulai online marketing bisnis Anda.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *